Rabu, 11 April 2012

14 Desain Rumah Canggih untuk Tunawisma


Para pejabat kota terus berusaha untuk  mencari jalan keluar dalam mengatasi para tunawisma yang tinggal di tempat umum. Untuk dapat mewujudkan solusi yang terbaik bagi tuna wisma, mereka mempertimbangkan beberapa cara, diantaranya adalah menyediakan rumah tuna wisma. Berikut desain-desain canggih dan kreatif rumah tuna wisma:
1. Hopetel: Gedung Pencakar Langit
(Foto melalui: evolo.us)
Saat kaum Tunawisma semakin meningkat dan banyak orang yang tidak memiliki tempat tinggal untuk berlindung dan tidur di malam hari, atau juga untuk  orang yang kehilangan tempat tinggalnya entah itu karena terjadinya kebakaran, Hopetel bisa jadi solusi. Hopetel merupakan gedung pencakar langit, seperti rumah susun yang ada di Indonesia. Memiliki fasilitas seperti laundry, tempat penyimpanan, kamar mandi dan dapur. Konsep Hopetel ini dapat membangun interaksi sosial bagi para tuna wisma, sehingga mereka tidak lagi merasa sendirian.
2. Rumah Handphone Tunawisma oleh Paul Elkin
(Foto melalui: paul Elkin)
Rumah portable dan anti air ini di desain oleh Paul Elkin yang cocok untuk para gelandangan yang lebih senang hidup berpindah-pindah. Dengan desainnya yang dapat di lipat dan terdapat fasilitas lainnya seperti kasur, toilet, dan dapur, rumah ini tidak menghabiskan biaya yang banyak  dan dapat memberikan kebutuhan para kaum gelandangan.
3. Rumah Daur Ulang Tunawisma oleh Zo-Loft Arsitektur & Desain 
(Foto melalui: zo-loteng)
Rumah yang portable, bersifat sementara atau dapat berpindah) ini didesain oleh perusahaan Zo-Loft, Italia. Rumah ini dapat memberikan tempat penyimpanan yang aman saat ditinggal oleh pemiliknya saat siang hari dan dapat berfungsi sebagai tenda saat malam hari tiba. Lingkaran tengan rumah ini atau disebut ‘WheelLy’ yang terbuat dari bahan alumunium dan di lengkapi dua tenda polyester yang terbuat dari bahan daur ulang namun atau didaur ulang. Desain lingkaran dari rumah ini dapat menyimpan barang sampai 250 pon, dan ada bagian disisinya yang berfungsi sebagai rem.
4. Rumah”Back on Track” oleh Sarah Crowley
(Foto melalui: Tesseract)
Pemenang dari kompetisi oleh Kolektif  Tesseract, ‘Kembali Pada Trek’ merupakan proposal yang komprehensif untuk rehabilitasi tunawisma yang tidak hanya melibatkan perumahan tetapi juga masyarakat dan memiliki prospek untuk jangka panjang. Perumahan yang dibangun di sepanjang jalur kereta ini, dapat memenuhi kebutuhan kelangsungan hidup tunawisma.
5. Tin Man No.11 oleh Kacey Wong
(Foto melalui: dezeen)
Fantastis, tapi jelas menyenangkan, Tin Man No.11 yang di desain oleh Kacey Wong terlihat unik dan portable, roda troli bisa memberikan dasar rumah yang aman dan relatif nyaman untuk orang yang tinggal di jalanan. “Ini tidak hanya akan berfungsi sebagai tempat penampungan untuk tunawisma tetapi juga dapat menghiasi jalan kota,” kata Wong yang menciptakan desain seperti robot. Troli yang terbuka untuk tempat tidur, meja dan kursi. Wong datang dengan desainnya setelah melakukan studi lapangan pada orang-orang tunawisma di Hong Kong, menemukan bahwa banyak orang memiliki pekerjaan, namun karena tingginya biaya hidup di kota, dipaksa untuk hidup di jalanan di dekat tempat mereka bekerja.
6. Cardborigami: Rumah Portabel Tunawisma
(Foto melalui: inhabitat)
Rumah ini merupakan tempat penampungan darurat portable yang dirancang berdasarkan prinsip-prinsip origami. Arsitek Tina Hovsepian membuat penampungan Cardborigami ini dari karton daur ulang. tempat tinggal ini dapat mengembang menjadi semacam tenda kertas. Bahan kertas ini dipilih karena murah dan ringan. Dan, Hovsepian pun berencana untuk menyempurnakan desain agar tahan air, tahan api dan lebih nyaman.
7. Sleepbox oleh Arch Grup
(Foto melalui: dezeen)
Sleepbox ini sebenarnya dirancang dengan tujuan menyediakan ruang bersama untuk tidur siang, misal di lingkungan seperti bandara, tapi desain ini pun mudah diadaptasi untuk perumahan tunawisma juga.  Para arsitek Rusia dalam Grup Arch membayangkan Sleepbox ini sebagai unit yang dapat disewa untuk jangka waktu antara lima belas menit dan beberapa jam, dengan tempat tidur yang bergantian antara pengguna satu dengan yang lainnya. Bayangkan jika unit-unit ini bisa ditempatkan di kota-kota, mungkin di dukung oleh masyarakat setempat, bagi orang yang tidak memiliki atap di atas kepala mereka.
8. Rumah Dome, Terbuat dari Bungkus Kacang
(Foto melalui: hijau elemen bangunan)
Dirancang oleh seorang anak berumur 12 tahun, pada bagian depan rumah Dome memanfaatkan bahan bekas atau limbah. Rumah yang dirancang oleh Skuad Design dalam kompetisi Treasure ini terbuat dari kantong plastik yang dibuang dan diisi dengan kacang Styrofoam. Berkat desain uniknya, sang perancang memenangkan $ 10.000 dan komputer laptop Dell.
9. Rumah Troli oleh Zo-Loft Arsitektur & Desain
(Foto melalui: TreeHugger)
Banyak orang kehilangan tempat tinggal lalu mengumpulkan bahan yang dibuang yang memiliki nilai jual, seperti kaleng aluminium, kantong plastik atau keranjang belanja untuk mendapatkan sedikit uang. Desainer Barry Sheehan dan Gregor Timlin kembali membayangkan potensi menggunakan gerobak yang sangat besar, gerobak dorong yang juga dapat berfungsi sebagai tempat berlindung. Dalam kompetisi tahun 2006, DesignBoom, desain ini tidak dimaksudkan sebagai jawaban definitif untuk para tunawisma, melainkan cara untuk meningkatkan kesadaran tentang masalah ini.
10. Pump and Jump
(Foto melalui: booming desain)
Gagasan lain yang mempertimbangkan kebutuhan para tunawisma dalam membawa barang-barang pribadi atau barang berharga yang dikumpulkan di dalam gerobak adalah “”Pump and Jump”. Desainer Yun Jeong-Heo, Seong-Ho Kim dan Lee Chung menjelaskan, “Gerobak ini dapat digunakan untuk gelandangan yang senang mengumpulkan barang daur ulang. Kami memiliki dua konsep untuk gerobak ini. Pertama memompa udara, kedua adalah memperbaiki kotak di gerobak. Dan para tunawisma dapat beristirahat dengan barang-barang yang ada di dalamnya seperti botol, kertas, kardus, dll “
11. Perumahan Instan oleh Nomads
(Foto melalui: desain dengungan)
Rumah mobil mini yang dengan mudah dapat dibawa berkeliling oleh satu orang, Perumahan Instan ini di desain oleh Nomads dengan menggunakan bahan logam dan struktur pop-out seperti tenda, serta dilengkapi dengan roda. Di dalamnya terdapat tempat tidur empuk yang ditarik, perlengkapan P3K, cermin, peluit, alat lainnya seperti, senter dan kap plastik dengan jendela tampilan. Harganya terbilang terjangkau dan mudah diangkut, rumah ini juga dapat digunakan untuk perumahan darurat jika terjadi bencana, atau berkemah yang sedang rekreasi.
12. Klinik Perawatan Kesehatan Tunawisma Terbuat dari Kontainer
(Foto melalui: inhabitat)
Orang yang telah kehilangan tempat tinggal perlu lebih dari sekedar tempat penampungan dan bahkan dukungan masyarakat. Selain itu, mereka juga membutuhkan perawatan kesehatan. Konsep dan desain ini diusulkan oleh Co-Tain yang menyediakan klinik kesehatan sederhana yang terbuat dari kontainer yang dirancang untuk distrik Paramore pusat kota Orlando, Florida, Klinik Perawatan Kesehatan Tunawisma. Untuk membangun desain seperti ini biayanya terjangkau dan rumah ini pun dapat digunakan dalam jangka panjang.
13. Penampungan Masa Depan untuk Tunawisma oleh Javier Larraz
(Foto melalui: archdaily)
Pemukiman untuk Tunawisma pun di anggap lebih dari sekedar meletakkan atap di atas kepala. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka, dengan masyarakat yang menekankan interaksi sosial. Ruang berbagi dalam desain ramping mencakup ruang rekreasi dan ruang untuk lokakarya kerja.
14. Hotel Kapsul Mini oleh Atelier Van Lieshout
(Foto melalui: dezeen)
Seperti SleepBox, Hotel Kapsul Mini ini tidak dirancang sebagai solusi untuk perumahan tunawisma, tetapi bisa disesuaikan untuk penggunaannya. Atelier Van Lieshout menciptakan enam tempat tidur hotel asrama bergaya untuk instalasi outdoor di Desain dari Miami pada 2009. Tujuan aslinya sebagai tempat untuk kecelakaan selama atau setelah pesta. Brad Pitt dikabarkan membelinya untuk pantai pribadinya. Tapi hotel kapsul seperti itu bisa memiliki penggunaan yang jauh lebih praktis di lingkungan perkotaan.

sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar