Kamis, 07 Juni 2012

Shinji Kagawa, Tsubasa dari Dunia Nyata


Siapa sangka kisah film animasi asal Jepang, Captain Tsubasa bisa terjadi di dunia nyata. Cerita fiktif  kartun dari Jepang itu boleh dibilang identik dengan alur kisah hidup Shinji Kagawa menapaki mimpi menjadi pesepakbola besar.

Dikisahkan sekuel tersebut, Tsubasa seorang bocah yang fanatik dengan sepakbola. Bermodal semangat dan tidak pernah berhenti bermimpi, Tsubasa selalu giat berlatih mengejar cita-cita selangitnya, menjadi bintang lapangan hijau.

Serupa dengan Tsubasa, Kagawa kecil meretas mimpi menjadi pemain yang suatu hari nanti dilirik tim besar di Eropa. Mulai berlatih mengolah bola di usia lima tahun, Kagawa coba mulai merenda mimpi spektakulernya di klub lokal Jepang FC Miyagi. Bakat besar yang dimiliki bocah kelahiran Kobe 23 tahun silam itu akhirnya terciun Cerezo Osaka.

Bersama tim Divisi I J-League, Kagawa menggali potensinya di kasta Kompetisi tertinggi Liga Jepang bersama Cerezo Osaka. Bersama Osaka, Kagawa tercatat menjadi punggawa andalannya selama empat tahun terhitung dari 2006 hingga 2010. 
Dia berhasil mendapatkan prestasi cemerlang untuk pemain belia seusianya. Kabar potensi Kagawa akhirnya tersebar luas sampai ke Eropa. Perjuangannya merumput di 'surga' sepakbola mulai menampakkan titik cerah.

Adalah raksasa Bundesliga Borussia Dortmund yang berani mendatangkan Kagawa. Seorang agen sepakbola Jerman Thomas Kroth menjadi perantara sekaligus kunci sukses dibalik transfer Kagawa ke Dortmund 2010 lalu.

Dengan nilai investasi sebesar 350 ribu euro, Dortmund menjadi tim beruntung yang mendapatkan Kagawa. Kendati berlabel pemain murah, Kagawa menjelma menjadi pemain berkualitas bintang lima. Kesuksesannya mendongkrak prestasi tim membuatnya namanya menjadi idola baru di Signal Iduna Park. Permata baru Dortmund itu mulai menyilaukan klub papan atas Eropa. Tampil di 49 laga, Kagawa mencetak 21 gol. Cukup membuat radar para raksasa mengintainya.

Sejak bergabung dengan Dortmund, Kagawa menjadi tokoh sentral kebangkitan Dortmund. Tercatat, Kagawa berhasil mengantarkan Dortmund mempertahankan mahkota Bundesliga dua musim beruntun. Di musim terakhirnya, Kagawa menjadi inspirasi Dortmund meraih gelar DFB Pokal 2012, Dortmund menang dengan skor mencolok 5-2 saat menumbangkan Bayern Munich di final.

Segudang aksi Kagawa masuk radar pelatih kawakan Manchester United Sir Alex Ferguson. Rasa penasarannnya terobati setelah menyaksikan pertandingan final antara Dortmund dan Munich untuk membuktikan kebenaran berita tentang talenta Kagawa.

Kepincut dengan aksi Kagawa, Fergie berinisiatif menemui sang pemain dan menawarkan kesempatan untuk bergabung dengan klub dambaan semua pemain professional di muka bumi, Manchester United. Meski awalnya menolak, Kagawa tidak kuasa membendung ajakan Ferguson memperkuat MU.
5 Juni 2012, Kagawa resmi memperkuat Setan Merah. Bak cerita komik, Kagawa akhirnya menjadi bagian MU di musim 2012-13. Perumpaan ini datang Kapten Timnas Jepang, Makote Hesebe dikutip Asahi Shinbun."Untuk generasi kami, seorang pemain Jepang bermain di luar negeri dan bergabung dengan klub besar adalah sesuatu yang anda lihat di dalam komik," ujar Hasebe

"Kagawa memberikan anak-anak muda sebuah mimpi. Yang dia lakukan saat ini, sangat fantastis," lanjut Hasebe, Kagawa kini menjadi sumber inspirasi anak-anak di Jepang untuk mewujudkan mimpinya menjadi nyata.

Dari sisi ekonomi, Kagawa memiliki nilai tambah berlipat buat Dortmund. Mahar untuk mendapatkan Kagawa berlipat. The Red Devils harus merogoh kocek mencapai 12 juta pound untuk mendapatkan jasa Kagawa. Angka tersebut jelas berbanding 180 derajat saat Dortmund melabuhkannya dari Cerezo Osaka.

Penerus legiun Asia MU
Mendaratnya Kagawa ke Old Trafford bisa dibilang menjadi penerus legiun pemain Benua Kuning. Setelah era keemasan Park ji-Sung berakhir, setidaknya ada Shinji Kagawa yang mewakili pemain Asia mendapat kesempatan langka bermain dengan tim sekaliber MU.

Sinyalemen Kagawa memperkuat MU musim depan setidaknya mengindikasikan ekspektasi MU terhadap pemain dari kawasan Asia tidak pernah memudar. Setelah mendapatkan Ji-Sung dari PSV Eindhoven pada 2005 silam, MU tidak pernah berhenti memonitor pemain dari Asia.

Ini terbukti dari pantuan serius pelatih Ferguson yang rela terbang ke Jerman untuk menyaksikan Kagawa dari dekat saat membantu Dortmund meraih trofi DFB Pokal."Ferguson memberikan saya nasihat. Sejumlah dihubungkan dengan saya, tetapi saya tidak bisa mengatakan mana yang terbaik," aku Kagawa membocorkan sedikit topik bahasan saat jumpa Ferguson  selepas pertandingan.

Publik Samurai Biru pun boleh bangga. Dari sekian banyak pemain Jepang, hanya Kagawa seorang yang dilirik Ferguson hingga akhirnya mendapat kontrak dari MU. Dan tidak sedikit rekan kompatriotnya yang mendambakan pencapaian Kagawa. Keisuki Honda salah satunya.

"Kagawa pemain sempurna untuk sebuah tim kelas dunia. Sebagai sesama orang Jepang, saya bangga akan prestasinya," ujar rekannya di timnas, Keisuke Honda. "Tapi pada saat yang sama sebagai rival, saya juga berusaha bermain di klub besar juga, dan saya pikir saya akan cocok," lanjut pemain CSKA Moscow itu.

Bantah dongkrak popularitas MU di Asia
Sayang, kedatangan Kagawa ke MU diiringi cerita tidak sedap. Belakangan banyak kalangan menghembuskan spekulasi miring perekrutan Kagawa ke MU hanya untuk menancapkan brand MU di segmen pasar Asia.

Beredarnya laporan tersebut berkaitan erat dengan kontrak Ji-Sung yang kadaluarsa pada Juni 2013 nanti. Bantahan keras dari Direktur Pemasaran MU, Richard Arnold pun langsung mengemuka. Pihak MU meluruskan pembelian Kagawa untuk meningkatkan profit dari Asia.

"Kami tidak membeli pemain untuk menjual kostum. Kami bergantung kepada 25 pemain dan mereka semua pemain bintang. Jika Anda lihat sukses kami di benua lain, itu bukan karena satu pemain," ujar Arnold  dilansir BBC.
"Bagi MU, ini lebih dari sekedar satu pemain. Lebih dari seorang George Best, lebih dari Bryan Robson, lebih dari David Beckham, lebih dari Eric Cantona, dan juga Park,"sambung Arnold.

Kenyataanya ada Tsubasa ada di kehidupan nyata. Lewat Kagawa, film animasi tersebut yang menggambarkan kerja keras untuk menjadi pemain bintang bisa menjadi inspirasi untuk menggapai impian terbesar dalam hidup, sekalipun sulit dan tidak pernah terbayangkan namun Kagawa telah membuktikannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar